Muharram Ceria Bersama Yatim dan Dhuafa Yayasan Para Aulia Indonesia


Bulan Muharram 1441 H, sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

Yayasan Para Aulia Indonesia mengadakan Santunan bersama anak yatim dan dhuafa yang ada di lingkungan Desa Ciledug, Setu, Bekasi.

Yayasan yang beralamat di Perumahan Mustika Gandaria Blok A10 No 14 RT.001/011Desa Ciledug, Minggu 22 September 2019, santuni 40 anak yatim dan dhuafa.

Acara ini dilaksanakan di Musholla Ar Rahman RT.001/011 Perum Mustika Gandaria.

Santunan dihadiri Ketua DKM Musholla Ar Rahman Mahmud Syafrudin,SH serta Sesepuh H. Sodri, serta dihadiri warga Desa Ciledug Kec Setu Kab Bekasi.

Acara santunan ini diharapkan juga bisa menghibur mereka untuk berkumpul bersama-sama dalam rangka membahagiakan anak yatim serta mendengarkan tausiah dari Ustad Drs.Iyan Cakra yang biasa dipanggil Aki

Acara santunan ini dipandu Ustazah Lilis dengan diawali pembukaan dan pembacaan qalam ilahi dilanjutkan sambutan-sambutan.

Sambutan pertama, Ketua Yayasan Abang Zainudin, SE, dilanjutkan Ketua DKM Mahmud Syafrudin,SH, dan diakhiri tausiah Ustad Drs. Iyan Cakra tokoh agama di Kecamatan Setu.

Dalam sambutannya Ketua Yayasan Abang Zainudin,SE mengatakan :

” Santunan anak yatim ini selain momen Muharram juga dilaksanakan setiap pekan setiap hari Jum’at , rutin dilaksanakan Istighosah dan doa bersama serta santunan pekanan kepada anak Yatim dan Dhuafa Yayasan Para Aulia Indonesia” ,

” Kami sangat berterimakasih kepada para donatur yang telah memberikan bantuannya untuk kelancaran acara ini,
Kami dalam rangka peduli kesehatan bekerjasama dengan Dr Arief untuk pemgobatan gratis untuk anak Yatim, selain itu kami adakan belajar mengaji, belajar matematika dan bahasa inggris bersama Yatim dan Dhuafa tanpa dipungut biaya sama sekali “ujarnya.

Sedangkan Sambutan Mahmud Syafrudin, SH mengatakan,
” kami atas nama pengurus RW dan DKM Ar Rahman sangat berterima kasih sekali, dan merasa bangga dengan adanya Yayasan di lingkungan RW.011 dapat lebih memakmurkan Mushola serta memberikan manfaat kepada masyarakat Desa Ciledug baik Yatim dan Dhuafa” ucap Mahmud

Sementara tausiah Ustad Drs. Iyan Cakra, mengatakan,
” Muharram artinya yang diharamkan bahwa di bulan ini dilarang berperang atau saling membunuh,” ujarnya.

” Diawali dengan surat Attaubah ayat 20. Yang artinya : Orang2 yang beriman, berhijrah dan berjihad di jalan Allah dengan harta, dengan jiwa ditinggikan derajatnya oleh Allah mereka itu yang mendapat kemenangan, ” tambah Iyan Cakra.
” 14 abad yang lalu Allah memerintahkan berjihad pertama dengan harta, di bulan muharram ini banyak orang mengatakan lebaran anak yatim, ”
” Padahal tidak dikatakan demikian oleh Rosulullah, ia contohkan di awal tahun ia menyayangi anak yatim dengan menjamunya, ” sambung ya.
” Bahkan Rosulullah menegaskan dalam sabdanya Anaa wakaafiluhul yatiimi fil jananah.

Artinya, “Aku dan orang-orang memelihara anak-anak yatim berada di surga”. Serta orang-orang yang mempedulikan janda-janda, orang-orang miskin dan anak-anak yatim, maka orang-orang sama dengan berjihad di jalan Allah atau sama dengan siang nya berpuasa dan malam nya menegakan sholat.”
” Sedangkan ketinggian derajat orang yang berjihad di jalan Allah adalah 100 derajat setiap 2 derajat jaraknya sama dengan jarak antara langit dan bumi , Alhamdulillah”
” Hadirin yang dimulyakan Allah didalam Islam keberadaan anak Yatim sangat penting tadi dibacakan surah Alma’un …
” 3 ayat pertama Allah menjelaskan, “Taukah kamu orang2 yang mendustakan agama, Yaitu pertama orang yang menelantarkan anak2 yatim, Ke dua tidak mau memberi makan fakir miskin”

Hari ini Yayasan Para Aulia dengan dewan pembinanya mengadakan santunan terhadap anak-anak yatim mengikuti apa yang diperintahkan oleh Allah dan contohkan oleh Rosulullah SAW.

Begitu penting nya kedudukan anak Yatim Allah membolehkan muslim menikahi istri sampai 4 karena anak-anak yatim supaya terpelihara karena ayat 3 surat Annisa turun setelah kekalahan di perang uhud banyak sohabat yang terbunuh.

” Hadirin sekalian di dalam Islam anak anak yatim adalah sebagai paku penguat bumi, sebagai penguat keimanan manusia”

” Anak-anakku sekalian jangan pesimis dan jangan kecil hati sebagai anak yatim Rosulullah pun di angkat jadi nabi, beliau anak yatim 7 bulan dalam kandungan ayahanda nya Sayid Abdullah meninggal dalam perjalanan berdagang”

” Umur 4 tahun, ibunya Siti Aminah juga meninggal kemudian diurus oleh kakeknya beliau umur 7 tahun meninggal.

” Semoga anak-anakku ke depan sebagai generasi penerus menjadi pemimpin2 yang yang amanah ”

” Ingat anak-anakku dalam melaksanakan kehidupan ini ada 2 hal yang harus kita lupakan dan 2 hal yang harus kita selalu ingat “

2 hal yang harus kita lupakan yaitu: 1. kesalahan orang lain kepada kita
2. kebaikan kita kepada orang lain supaya kita tidak menjadi riya.

” 2 hal yang harus kita ingat adalah:
1. kesalahan kita kepada orang lain supaya kita minta maaf kepadanya.

2. kebaikan orang lain kepada kita supaya kita selalu berterima kasih dan bersyukur kepada Allah hari ini kita mendapat kebaikan dari para donatur yayasan para Aulia

” kita ingat selalu supaya kita menjadi orang-orang yang bersyukur dan selalu mendoakannya, ” ujar Ustadz Iyan Cakra mengakhiri tausiahnya.

Setelah tausiah, dilaksanakan santunan dilanjutkan Sholat Magrib berjamaah dan makan bersama. ( red )