Ciri Orang yg Bertagwa adalah Menahan Amarahnya dan Bersedekah


Vidio Kegiatan YPAI

عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” وَمَنْ كَفَّ غَضَبَهُ سَتَرَ اللَّهُ عَوْرَتَهُ، وَمَنْ كَظَمَ غَيْظَهُ، وَلَوْ شَاءَ أَنْ يُمْضِيَهُ أَمْضَاهُ، مَلأَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ قَلْبَهُ أَمْنًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ “.

Dari Ibnu ‘Umar : Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Dan barangsiapa yang meninggalkan amarahnya, niscaya Allah akan tutup aurat (kesalahan)-nya. Barangsiapa yang menahan amarahnya padahal ia mampu melakukannya, niscaya Allah ‘azza wa jalla akan memenuhi hatinya dengan rasa aman pada hari kiamat.” (HR. Thabrani dalam Al Mu’jam Al Awsath 6026, Ibnu Hajar dalam Al-Mathaalibul-‘Aaliyyah 982, Abusy-Syaikh dalam At-Taubiikh 94 dan yang lainnya)

Pelajaran yang terdapat dalam hadits :

1. Larangan marah diingatkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dikarenakan marah itu punya mafsadat (kerusakan/akibat buruk) yang besar.
2. Hadits di atas menunjukkan bahwa Islam melarang dari akhlak yang buruk.
3. Islam juga melarang hal-hal yang dapat menimbulkan amarah dan mencegah berbagai dampak buruk yang bisa diakibatkannya.
4. Sifat marah merupakan tabiat yang tidak luput dari diri manusia, karena manusia memiliki nafsu yang cenderung ingin selalu dituruti dan enggan untuk diselisihi keinginannya.
5. Meskipun manusia tidak luput dari sifat marah, akan tetapi orang yang bertaqwa akan selalu berusaha melawan keinginan hawa nafsu, maka mereka pun selalu berusaha meredam kemarahan karena Allah Ta’ala
6. Keutamaan bisa menahan amarah adalah Allah Ta’ala akan menutup aurat (aib/kesalahan)-nya.
7. Setiap manusia memiliki aurat (aib/kesalahan) yang ingin ditutupinya, hanya dengan menahan amarah maka Allah akan menutupinya.
8. Keutamaan lainnya dari menahan amarah dalam hadits di atas adalah, Allah ‘azza wa jalla akan memenuhi hatinya dengan rasa aman pada hari kiamat.

Tema hadits yang berkaitan dengan Al-Quran :

– Salah satu ciri khas orang yang bertaqwa adalah mereka bisa menahan amarah dan Bersedekah di waktu waktu luang dan sempit. Allah Ta’ala berfirman,

{الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ}

“Orang-orang yang bertakwa adalah mereka yang menafkahkan (harta mereka) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya serta memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan” (QS Ali ‘Imran:134).

Imam ath-Thiibi berkata, “(Perbuatan) menahan amarah dipuji karena menahan amarah berarti menundukkan nafsu yang selalu menyuruh kepada keburukan, oleh karena itu Allah Ta’ala memuji mereka dalam firman-Nya,

{وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ}

“Dan orang-orang yang menahan amarahnya serta memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan” (QS Ali ‘Imran:134)”[10].

www.paraaulia.com