Categories
Uncategorized

APA KATA AL QUR’AN TENTANG USIA

  1. Semakin bertambah usia semakin lemah tangan menggenggam… karena Allah sedang mendidik kita agar melepaskan cinta dunia.
    ( Qs. Hud : 15-16 )
  2. Semakin bertambah usia semakin kabur mata kita… karena Allah sedang mencerahkan mata hati untuk melihat Akhirat.
    ( Qs. Al Isra:72 )
  3. Semakin bertambah usia semakin sensitif perasaan kita… karena Allah sedang mengajarkan bahwa pautan hati dengan makhluk senantiasa menghampakan, namun hati yang berpaut kepada Allah tiada pernah mengecewakan. ( Qs. Al Lukman : 22 )
  4. Semakin bertambah usia semakin gugur gigi² kita… karena Allah sedang mengingatkan bahwa suatu hari kita akan gugur kedalam tanah selamanya.
    ( Qs. Ali Imran : 145 )
  5. Semakin bertambah usia semakin ditarik nikmat kekuatan tulang dan sendi kita… karena Allah sedang mengingatkan bahwa tak lama lagi nyawanya akan di ambil.
    ( Qs. An Nisa : 78 )
  6. Semakin bertambah usia semakin putih rambut kita… karena Allah sedang ingatkan kain kafan yang putih.
    ( Qs. Ali Imran : 185 )
  7. Begitu juga hati kita… semakin bertambah usia semakin sepi dan ingin bersendirian, karena Allah sedang mendidik kita untuk melepaskan cinta manusia dan dunia.
    ( Qs. Al-An’am : 32 )
Categories
Uncategorized

Ini Cara Islami Hadapi Masalah atau Kesulitan

Foto2 Acara Santunan Akhir Tahun Sujud Syukur Jum’at 31/12/2021, ( Penyerahan tumpeng Oleh Ketua Yayasan Abang Zainudin,SE kpd Ustad Saefudin )

Ini Cara Islami Hadapi Masalah atau Kesulitan

1. Anda tidak sendirian (banyak yg lebih susah darimu).

2. Allah tidak mungkin menakdirkan sesuatu melainkan pasti ada hikmahnya.

3. Satu²nya Yang kuasa mendatangkan manfaat dan menolak madharat hanyalah Allah,karena itu jangan bergantung kecuali kepada Allah.

4. Apa yg telah ditetapkan utk Anda tidak akan meleset dari Anda dan apa yg tidak ditetapkan utk Anda tidak akan mengenai Anda.

5. Kenalilah hakikat dunia, pasti Anda tenang. (Ini dunia bukan surga, pasti tidak luput dari masalah, karena yg enak terus itu adanya hanya di surga dan yg tidak enak terus itu adanya di neraka)

6. Berprasangka baiklah kepada Rabb Anda, Allah tidak pernah membencimu apalagi meninggalkanmu.

7. Yang dipilihkan Allah utk Anda pasti lebih baik daripada pilihan Anda utk diri Anda sendiri.
(orang yg diuji masalah itu orang istimewa-Nya. Jika sabar maka Surga menanti)

Al-Qur’an, Surah Al-Baqarah ayat 155, Allah berfirman, “Dan sesungguhnya Kami memberikan cobaan kepada kalian, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.”

8. Semakin sulit ujian berarti semakin dekat jalan keluar.

sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan.
Al-Insyirah, Ayat 5

9. Jangan berfikir tentang bagaimana jalan keluar karena sesungguhnya Allah jika menghendaki sesuatu pasti menyiapkan solusinya, ada cara yang tidak terbayangkan (Taqwakan diri dan terus bertawakal)

10. Allah tidak akan membebani hamba kecuali menurut kemampuannya seperti yang difirmankan Allah dalam Q.S Al-Baqarah ayat 286

11. Selalu Bersedekah. Selain mampu mengatasi masalah berbagai, bahkan sedekah dapat mengubah takdir buruk seperti menolak bala. Sedekah juga mampu melancarkan rezeki seseorang. Bahkan Allah berfirman “Sesiapa yang disempitkan rezekinya (miskin) hendaklah menafkahkan sebagian rezekinya (sedekah)”. (QS. 65:7). Sangat jelas bahwa siapapun yang ingin hidupnya lapang atau dipermudah segala urusannya, maka amalkan sedekah rutin.

12. Jangan berhenti berdo’a kepada Dzat yang di TanganNya semua kunci jalan keluar.

Semoga kehidupan kita selalu dalam hidayah dan ridha-Nya.
  آمين يا رب العالمين

Paraaulia.com

Categories
Uncategorized

Ciri Orang yg Bertagwa adalah Menahan Amarahnya dan Bersedekah

Vidio Kegiatan YPAI

عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” وَمَنْ كَفَّ غَضَبَهُ سَتَرَ اللَّهُ عَوْرَتَهُ، وَمَنْ كَظَمَ غَيْظَهُ، وَلَوْ شَاءَ أَنْ يُمْضِيَهُ أَمْضَاهُ، مَلأَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ قَلْبَهُ أَمْنًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ “.

Dari Ibnu ‘Umar : Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Dan barangsiapa yang meninggalkan amarahnya, niscaya Allah akan tutup aurat (kesalahan)-nya. Barangsiapa yang menahan amarahnya padahal ia mampu melakukannya, niscaya Allah ‘azza wa jalla akan memenuhi hatinya dengan rasa aman pada hari kiamat.” (HR. Thabrani dalam Al Mu’jam Al Awsath 6026, Ibnu Hajar dalam Al-Mathaalibul-‘Aaliyyah 982, Abusy-Syaikh dalam At-Taubiikh 94 dan yang lainnya)

Pelajaran yang terdapat dalam hadits :

1. Larangan marah diingatkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dikarenakan marah itu punya mafsadat (kerusakan/akibat buruk) yang besar.
2. Hadits di atas menunjukkan bahwa Islam melarang dari akhlak yang buruk.
3. Islam juga melarang hal-hal yang dapat menimbulkan amarah dan mencegah berbagai dampak buruk yang bisa diakibatkannya.
4. Sifat marah merupakan tabiat yang tidak luput dari diri manusia, karena manusia memiliki nafsu yang cenderung ingin selalu dituruti dan enggan untuk diselisihi keinginannya.
5. Meskipun manusia tidak luput dari sifat marah, akan tetapi orang yang bertaqwa akan selalu berusaha melawan keinginan hawa nafsu, maka mereka pun selalu berusaha meredam kemarahan karena Allah Ta’ala
6. Keutamaan bisa menahan amarah adalah Allah Ta’ala akan menutup aurat (aib/kesalahan)-nya.
7. Setiap manusia memiliki aurat (aib/kesalahan) yang ingin ditutupinya, hanya dengan menahan amarah maka Allah akan menutupinya.
8. Keutamaan lainnya dari menahan amarah dalam hadits di atas adalah, Allah ‘azza wa jalla akan memenuhi hatinya dengan rasa aman pada hari kiamat.

Tema hadits yang berkaitan dengan Al-Quran :

– Salah satu ciri khas orang yang bertaqwa adalah mereka bisa menahan amarah dan Bersedekah di waktu waktu luang dan sempit. Allah Ta’ala berfirman,

{الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ}

“Orang-orang yang bertakwa adalah mereka yang menafkahkan (harta mereka) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya serta memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan” (QS Ali ‘Imran:134).

Imam ath-Thiibi berkata, “(Perbuatan) menahan amarah dipuji karena menahan amarah berarti menundukkan nafsu yang selalu menyuruh kepada keburukan, oleh karena itu Allah Ta’ala memuji mereka dalam firman-Nya,

{وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ}

“Dan orang-orang yang menahan amarahnya serta memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan” (QS Ali ‘Imran:134)”[10].

www.paraaulia.com

Categories
Uncategorized

Kebanyakan Orang Masuk Surga dan Neraka, dikarenakan, Takwa dan Akhlaknya

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ الْجَنَّةَ فَقَالَ تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ وَسُئِلَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ فَقَالَ الْفَمُ وَالْفَرْجُ . [حكم الألباني: إسناده حسن]

“Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya mengenai perkara yang banyak memasukkan seseorang ke dalam surga, beliau menjawab, “Takwa kepada Allah dan berakhlak yang baik.” Beliau ditanya pula mengenai perkara yang banyak memasukkan orang dalam neraka, jawab beliau, “Perkara yang disebabkan karena mulut dan kemaluan.” (HR. Tirmidzi no. 2004 dan Ibnu Majah no. 4246. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

Pelajaran yang terdapat di dalam hadits:

1- Penyebab paling banyak orang masuk surga bersama orang-orang yang mendapatkan kemenangan, yaitu:
a- Takwa kepada Alloh, disana ada tingkatan-Tingkatan, dan yang paling rendah takut terhadap syirik. Merupakan indikasi hubungan yang baik kepada Alloh dengan melaksanakan perintah dan menjahui  laranganNya.
b- Ahlak yang baik ditengah-tengah manusia, yang paling rendah menghindari dari yang menyakitnya dan yang paling utama berbuat baik kepada orang yang berbuat buruk kepadanya. Dan ahlak yang baik merupakan indikasi adanya hubungan baik dengan sesama manusia.
2- Penyebab paling banyak orang masuk neraka yaitu:
– Mulut dan kemaluan, karena kebanyakan orang dengan dua sebab itu, jatuh didalam kemurkaan Alloh dan meninggalkan perselisihan dan bencana di tengah manusia.

Tema hadits yang berkaitan dengan Al-Quran:

1- Orang yang mendapatkan kemenangan.

وَيُنَجِّي اللَّهُ الَّذِينَ اتَّقَوْا بِمَفَازَتِهِمْ لَا يَمَسُّهُمُ السُّوءُ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Dan Allah menyelamatkan orang-orang yang bertakwa karena kemenangan mereka, mereka tiada disentuh oleh azab (neraka dan tidak pula) mereka berduka cita.
[Surat Az-Zumar : 61]

2- Pentingnya ahlak dalam pergaulan ditengah-tengah manusia

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.
[Surat Al-Qalam : 4]

3- Pentingnya menjaga lisan

وَاجْعَلْ لِي لِسَانَ صِدْقٍ فِي الْآخِرِينَ

Dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian,
[Surat Ash-Shu’ara : 84]

4- Pentingnya mengendalikan hawa nafsu
وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰٰ

Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).
[Surat An-Naziat : 40-41].Lr

www.paraaulia.com

Vidio Kegiatan Sepekan

Categories
Uncategorized

JALAN KELUAR PERMASALAHAN, DENGAN ISTIGHFAR DAN SEDEKAH

Vidio Kegiatan Yayasan Setiap Hari dan Kegiatan Santunan Doa Bersama Setiap Kamis dan Jum”at, ( 25 dan 26 /11/2921 )

PA – Allah SWT telah memberikan jalan keluar bagi setiap ujian kehidupan kita. Hanya saja ketika masih ada noda noda-dosa menghalangi pandangan hati kita untuk bisa melihat jalan keluar itu.

Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Setiap anak Adam pasti pernah berbuat dosa dan sebaik-baik orang yang berbuat dosa adalah orang-orang yang bertobat.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Taubat adalah kembalinya seorang hamba kepada Allah Ta’ala dengan jalan menunaikan ketaatan terhadap-Nya serta menjauhi segala bentuk kemaksiatan dan kekufuran . Jadi di dalam taubat itu terdapat tiga komponen , Pertama kembali kepada Allah SWT, Kedua menunaikan perintah-Nya, ketiga menjauhi apa yang dilarang-Nya.

Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang melazimkan istighfar, maka Allah akan memberikan padanya jalan keluar di setiap kesempitan, penyelesaian dari setiap kegundahan, dan diberikan rezeki dari jalan yang tidak diduga-duga.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah )

* *Beristighfar Melapangkan Dari Kesusahan dan Kesukaran*

Dari Abu Dzar Al-ghifari, dari Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallaam tentang apa yang beliau Riwayatkan dari Robbnya, bahwa Dia berfirman:

يا عبادي، إنكم تُخطِئون با الليل والنهار وأنا أغفر الذنوب جميعاً،
فاستغفروني أغفر لكم.

“Wahai Hamba-hamba-Ku! Sesungguhnya kalian selalu berbuat salah(dosa) diwaktu malam dan siang hari, sedangkan aku mengampuni seluruh dosa,  maka mohon ampunlah kalian kepada-Ku,  niscaya Aku akan mengampuni dosa kalian.”  [ H.R.Muslim ]

Istighfar dari dosa-dosa merupakan permintaan ampunan kepada Allah SWT. Seorang hamba sangat membutuhkannya karena ia selalu berbuat salah di siang dan malam hari.

Dalam Al-Qur’an,sering kali disebutkan tentang taubat dan istighfar, dan Allah memerintahkan kita untuk beristighfar kepada-Nya.

ومن يعمل سُوءًا او يظلم نفسه ثم يستغفر الله  يجد الله غفورا رحيما.

  “Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan atau menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun  kepada Allah,  niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(Qs.An-nisa’:110)

Diriwayatkan dari  Abi Sa’id al-Khudri, Rosululloh Shollalloohu ‘Alaihi wa Sallaam bersabda;

“Sesungguhnya setan berkata: Demi kemuliaan dan kebesaranmu, Wahai Tuhan!, aku tidak akan berhenti sejenak pun dari menggoda hamba-hamba-Mu, selagi arwah mereka dikandung badan.”
Maka Allah SWT berfirman:
“Demi kemulian dan kebesaran-Ku,  Aku akan tetap mengampuni mereka selagi mereka memohon ampun kepada-Ku.”

* *Allah Akan Memberikan Kekuatan dan Karunianya kepada orang2 yg bertaubat*

*اَلّٰلهُمَّ صَلِّ عَلَی سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَی آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ﷺ*
               
وَيٰقَوْمِ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوْبُوْٓا اِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاۤءَ عَلَيْكُمْ مِّدْرَارًا وَّيَزِدْكُمْ قُوَّةً اِلٰى قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِيْنَ

“Dan (Hud berkata), “Wahai kaumku! Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras, Dia akan menambahkan kekuatan di atas kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling menjadi orang yang berdosa.”

“Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu,”
adalah dalil bahwa istighfar menjadi sebab diberikan tambahan kekuatan dan keafiatan.

وَّاَنِ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوْبُوْٓا اِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَّتَاعًا حَسَنًا اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى وَّيُؤْتِ كُلَّ ذِيْ فَضْلٍ فَضْلَهٗ ۗوَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنِّيْٓ اَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيْرٍ

Dan hendaklah kamu memohon ampunan kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu sampai waktu yang telah ditentukan. Dan Dia akan memberikan karunia-Nya kepada setiap orang yang *berbuat baik*. Dan jika kamu berpaling, maka sungguh, aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang besar ( SQ. Hud 3 ).

“Dia akan memberi kenikmatan yg baik kepadamu adalah dalil bahwa istighfar menjadi sebab diberikannya nikmat kepada hamba. Diantara bentuk nikmat ini adalah kesehatan, keafiatan, dan kekuatan.

Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa bersedekah dapat menghapus kesalahan dan dosa. Oleh karena itu, ketika kita melakukan maksiat dan dosa, maka kita disunnahkan untuk menghapus maksiat dan dosa tersebut dengan cara bersedekah. Hadis dimaksud diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Ka’ab bin Ujrah, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

والصدقةُ تُطْفِئُ الخطيئة كما يُطْفِئُ الماءُ النارَ

Dan sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air dapat memadamkan api.

Selain itu, juga berdasarkan hadis riwayat Imam Bukhari dari Abdurrahman bin Abdillah bin Ka’ab, dia berkisah;

سَمِعْتُ كَعْبَ بْنَ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ مِنْ تَوْبَتِي أَنْ أَنْخَلِعَ مِنْ مَالِي صَدَقَةً إِلَى اللَّهِ وَإِلَى رَسُولِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَمْسِكْ عَلَيْكَ بَعْضَ مَالِكَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ قُلْتُ فَإِنِّي أُمْسِكُ سَهْمِي الَّذِي بِخَيْبَرَ

Aku mendengar Ka’ab bin Malik. Aku berkata; Wahai Rasulullah, sesungguhnya untuk melaksanakan taubatku, aku berkehendak mengeluarkan seluruh hartaku sebagai sedekah di jalan Allah dan Rasul-Nya Saw. Maka Nabi Saw berkata, ‘Simpanlah sebagian hartamu karena itu lebih baik bagimu.’ Aku berkata lagi, ‘Sesungguhnya aku menyimpan hartaku yaitu bagianku yang ada di tanah Khaibar.

*Dosa Penghalang Rezeki dan  Keberkahan*

Taat ibadah dan jauhi dosa
Dalam Al Qur’an diceritakan, sebelum hidup di bumi, Adam dan Hawa tinggal di surga merasakan kesenangan. Karena memakan buah larangan yang sudah diperingatkan Tuhan untuk mereka jauhi, keduanya dihukum dan diturunkan di bumi.

Pesan moral cerita tersebut, sebagaimana diterangkan Ustad Nasrullah ( buku Rahasia Magnet Rezeki ), karena dosa hidup manusia menjadi sulit. Dosa menjadi penghalang rezeki dan keberkahan.

Maka, agar rezeki lancar dan penuh keberkahan, kuncinya cuma satu, perbanyak pahala dengan taat beribadah dan rutin bersedekah serta jauhi perbuatan dosa.

www.paraaulia.com

Categories
Uncategorized

Dengan Sedekah, Sembuh dari Penyakit Lupus

Vidio Kegiatan Sepekan Yayasan Para Aulia Indonesia

BN – Sedekah bisa menolak bala, menjadi sebab datangnya ampunan dan rahmat Allah, sembuh dari penyakit dan bisa menjadi amal jariyah yang tak terputus.

Salah satu orang yang sangat merasakan keajaiban sedekah adalah Alya (32). Alya divonis mengidap penyakit lupus pada 2006 silam.

Kala itu usianya masih 18 tahun, tepat saat Alya lulus Sekolah Menengah Atas (SMA). Hidupnya diperkirakan hanya tinggal 2-3 tahun lagi.

Namun, ia tak pernah putus asa. Ujian itu justru membuatnya semakin dekat dengan sang pencipta. Salah satunya, ia sangat terinspirasi oleh salah satu hadist tentang sedekah.

“Jika seseorang anak adam meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang shaleh.” (HR. Muslim)

Alya memegang teguh hadits tersebut agar dirinya dapat menyiapkan bekal terbaik sebelum ajal menjemput. Ia pun memutuskan menimba ilmu di pesantren dan berbagi ilmu kepada anak-anak buruh migran, yatim dhuafa.

“Atas izin Allah saya jadi bisa nulis novel best seller yang waktu itu roaltynya Rp18 juta. Semua itu saya gunakan untuk biaya pelatihan anak-anak (buruh migran) menulis, memasak dan lain-lain,” ujarnya disalah satu program TV swasta, Jum’at 17 Juli 2020.

Alya lebih memilih untuk menyedekahkan hartanya dibanding untuk biaya pengobatan yang kala itu, penyakit lupus harus bolak-balik rumah sakit. Menjadi manfaat untuk orang lain dengan berbagi sebagian harta yang dimiliki, mendatangkan keajaiban untuk Alya. Lupusnya dinyatakan negatif pada 2016 lalu.

“Dengan sedekah, saya ingin bermanfaat untuk orang lain. Terakhir masuk rumah sakit itu tiga tahun lalu. Tahun 2016, lupus tulang saya dinyatakan negatif. Alhamdulillah, semoga Allah SWT selalu memberikan kita semua kesehatan. Aamiin,” harapnya.

“Sebagaimana Mba Alya bisa bangkit dengan sedekah. Insya Allah kita yang punya utang, bisa lunas utangnya karena sedekah. Yang pengen umrah, haji, beli rumah, bayar semester dan lain sebagainya. Insya Allah akan terkabul dengan sedekah,” tuturnya.*** (Kiki Kurnia/Galamedianews)

#BerbagiNasi/sembako@20.000/@50.000
#TunaikanZakat,infaq,shodaqoh,wakafdiYPAIaja
#Berbagiitumembahagiakan
#BantuSaranaPrasaranaBelajar

Rek Donasi : a/n Yayasan Para Aulia Indonesia. ( YPAI )

* Bank Mandiri:156-00-1550848-6
* Bank Syariah Indonesia: 7174816411
* Bank BRI:1186.01.000322304
* Bank BNI :1184563895
* Bank BJB :0061114610100

Konfirmasi. Telp (021) 82648989/ WA. 082125833065

Categories
Uncategorized

Macam Macam Karakter Rezeki dan Cara Maraihnya

YPAI – Allah SWT memberikan banyak macam karakter Rezeki. Dikutip dari buku Mempercepat Datangnya Rezeki Dengan Ibadah Ringan karangan Mukhlis Allyudin, Enjang:

1. Rezeki yang tanpa diminta dan tanpa diusahakan telah diberikan Allah kepada hambanya. Seperti udara yang kits hirup setiap hari. Inilah rezeki yang kita peroleh tanpa harus berusaha.

Menurut para ulama, jika dilihat dari cara memperolehnya, rezeki macam ini disebut sebagai rezeki yang dijamin. Rezeki ini diberikan kepada seluruh makhlukNya, tanpa melihat apa agamanya.

2. Rezeki yg didapat dengan ikhtiar atau berusaha atau bekerja. Allah telah memberikan Rezeki yang sebagai modal untuk memetik rezeki. Seperti udara, akal, tenaga, fisik dan sebagainya.

Para ulama menyebut rezeki ini sebagai rezeki yang digantungkan. Karena jenis ini hanya bisa didapatkan apabila dijemput dengan cara memaksimalkan ikhtiar/ usaha.

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, tidak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-sekali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (QS Al-Ra’d {13}:11).

3. Rezeki yang diberikan Allah SWT tidak disangka-sangka. Allah SWT juga akan memberikan rezekiNya kepada mereka yang sungguh-sungguh bekerja keras dalam meraih rezeki. Namun dalam hal ini Allah hanya memilih orang-orang tertentu, termasuk di dalamnya adalah mereka yang orientasi hidupnya meraih Ridho Allah.

“Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS Al-Thalaq {65}:3).

Rezeki ini disebutkan, sebagai rezeki yang dijanjikan Allah, rezeki yang pasti Allah SWT berikan kepada hamba-hambaNya, ketika mereka melakukan amalan-amalan tertentu. Misalnya, gemar bersedekah, selalu berdoa berbuat kebajikan, selalu beprasangka baik kepada Allah maupun kepada manusia, rajin sholat fardhu maupun sunnah seperti tahajud, dhuha dll, sering silaturahmi dan sebagainya.

Allah SWT berfirman,
” Sesungguhnya beruntunglah orang yang beriman yaitu orang-orang yang khusyu’ dalam sholatnya, dan orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tiada berguna” ( QS.Al- Mu’minun: 1-2 ).

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga Ayah/Bunda/ Kakak dalam keadaan sehat dan selalu dalam lindungan Allah Subhanahuwata’ala. Aamiin

Yayasan Para Aulia Indonesia mengajak Ayah/Bunda/ Kakak untuk menyisihkan Rizkinya, berbagi Sembako untuk Yatim & Dhuafa YPAI.

Allah SWT mengangkat amal perbuatan manusia, memberikan ampunan dan curahan kasih sayang.

Aktivitas2 di YPAI adalah Santunan Doa bersama Anak Yatim ( setiap Jum’at ), Santunan Door to Door, Santunan On The Road, Santunan PHBI dan Pembagian Nasi Kotak. Mengajarkan membaca Al-qur’an, Tahfiz Al Qur’an, serta Mengajarkan Matematika dan Bahasa Ingris bersama Yatim & Dhuafa.

Lihat aktifitas YPAI.
YouTube: YAYASAN PARA AULIA INDONESIA
FB: YAYASAN PARA AULIA INDONESIA
IG: ypai_foudation
Web : www.paraaulia.com

#BerbagiNasi/sembako@20.000/ @50.000
#TunaikanZakat,infaq,shodaqoh,wakafdiYPAIaja
#Berbagiitumembahagiakan
#BantuSaranaPrasaranaBelajar

Rek Donasi : a/n Yayasan Para Aulia Indonesia. ( YPAI )

* *Bank Mandiri:156-00-1550848-6*
* *Bank Syariah Indonesia*: 7174816411*
* *Bank BRI:1186.01.000322304*
* *Bank BNI :1184563895*
* *Bank BJB :0061114610100*

Konfirmasi. Telp (021) 82648989/ WA. 082125833065

www.paraaulia.com

Categories
Uncategorized

Setiap Pikiran adalah doa, Maka Berpikirlah yang Baik Baik Saja

Saat kita su’udzon kepada orang lain, berpikiran yang buruk-buruk seperti mengatakan menggunjing seseorang, itu berarti kita sudah dan sedang berpikir yang buruk atau su’udzon berati kita sedang berdoa yang buruk2 kepada Allah. Dan saat itu terjadi, seluruh rezeki menghilang dari sisi kita.

Kelihatan dosa kecil, padahal itu bisa menghambat rezeki kita. Tanpa disadari, semua aktivitas tersebut menghambat Rezeki. Membicarakan keburukan orang lain, ternyata itu berbalik pada diri kita dan menjadi doa untuk diri kita sendiri. Orang lain yang kita gunjingkan ketikdakbaikannya, ternyata adalah doa untuk kita sendiri. Astaghfirullah..

Allah maha kaya karenanya Allah yang memberikan Rezeki kepada kita dan Allah tidak pernah memberikan kemiskinan kecuali kitalah yang membuat kemiskinan itu dengan pikiran-pikiran buruk/ su’udzon.

*Allah menciptakan Laki dan Perempuan.
* Allah itu menghidupkan dan mematikan.
*Allah itu menciptakan tertawa dan menangis
* Allah itu memberikan kekayaan dan………?

” dan dialah yang memberikan *kekayaan dan kecukupan*” ( QS.An-Najm: 48 )

Jawabannya …kecukupan bukan kemiskinan

Ternyata yang menciptakan kemiskinan itu adalah kita sendiri.
Kemiskinan itu selalu kita ciptakan melalui pola pikir kita sendiri baik berpikir buruk tetntang diri sendiri maupun orang lain.

Itulah hakikatnya orang yang kehidupannya pas pas saja bisa tersenyum, ini dikarenakan dia pandai bersyukur.
Dan merasa cukup, bukan merasa miskin seperti kebanyakan orang. *Semoga kita termaksuk orang- orang yang selalu bersyukur dalam segala hal*
Aamiin aamiin Ya Robbal Aalamiin.

Jika kita berkeyakinam kita memiliki takdir sebagai orang kaya, maka Allah akan datangkan kekayaan kepada kita. Jika faktanya ada pengamen, ada yang meminta-minta, mereka itu bukan miskin, mereka sesungguhnya kaya, hanya tidak menyadari bahwa akan kekayaan mereka begitu banyak rezeki yg telah Allah berikan yang tidak disadari manusia yang tidak mau bersyukur.

Jika realitanya Anda memang belum kaya, kita bisa mengatakan belum kaya..Tetapi harus fokus kita di kaya-nya, kata “belum” kita hapus dalam alam bawah sadar kita.

Hiduplah dengan jiwa yang kaya, karena itu takdir yang allah sebutkan dalam surah Al-Qur’an ( An-Najm: 48 )

Setiap detik kita menerima informasi jutaan, lalu memancarkan 60ribu pikiran setiap hari nya. Untuk itu sangat penting memperhatikan masukan otak Kita supaya yang keluar adalah pikiran pikiran positif.
Otak sebagai pemancar energi yg dikirim di alam harus selalu memdapat nutrisi pikiran-pikiran yang positif sehingga nasib yang dipancarkanpun nasib baik. Mulai sekarang terima informasi apa saja yang positif aja. Hindari informasi bahasanya menghujat dan kebencian yang berkonotasi negatif. Apa pun itu tidak ada bahasa miskin tidak ada bahasa buruk, yang ada belum kaya, belum baik. Insya Allah akan menuju Kaya dan Baik.

Ada banyak sekali informasi di internet yang bertebaran, ada yang bermanfaat untuk kita, dan banyak yang tidak bermafaat. Maka selektiflah dalam menggunakan internet, sosmed, dan dunia online.

Allah SWT berfirman,

” Sesungguhnya beruntunglah orang yang beriman yaitu orang-orang yang khusyu’ dalam sholatnya, dan orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tiada berguna” ( QS.Al- Mu’minun: 1-2 )

“Inni ‘ inda dzonni abdi bi
” Sesungguhnya Aku berdasarkan prasangka hambaku.” ( Hadis Qudsi )

Setiap pikiran adalah doa dan setiap doa dikabulkan oleh Allah, baik yang positif maupun negatif.

Allah berfirman
“Mintalah kepadaku pasti Aku akan kabulkan” ( QS.Ghafir 40:60 ).

Dampak Khunudzon pada kehidupan pribadi kita, akan lebih mudah bersyukur, melihat dari sisi yang positif, mengenal hakikat, dan akan mengudang Rezeki. Aamiin..

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga Ayah/Bunda/ Kakak dalam keadaan sehat dan selalu dalam lindungan Allah Subhanahuwata’ala. Aamiin

Yayasan Para Aulia Indonesia mengajak Ayah/Bunda/ Kakak untuk menyisihkan Rizkinya, berbagi Sembako untuk Yatim & Dhuafa YPAI.

Allah SWT mengangkat amal perbuatan manusia, memberikan ampunan dan curahan kasih sayang.

Aktivitas2 di YPAI adalah Santunan Doa bersama Anak Yatim ( setiap Jum’at ), Santunan Door to Door, Santunan On The Road, Santunan PHBI dan Pembagian Nasi Kotak. Mengajarkan membaca Al-qur’an, Tahfiz Al Qur’an, serta Mengajarkan Matematika dan Bahasa Ingris bersama Yatim & Dhuafa.

Lihat aktifitas YPAI.
YouTube: YAYASAN PARA AULIA INDONESIA
FB: YAYASAN PARA AULIA INDONESIA
IG: ypai_foudation
Web : www.paraaulia.com

Salam Santun💂🧕 Adik Adik  Yatim Binaan YPAI
*Reni*

#BerbagiNasi/sembako@20.000/ @50.000
#TunaikanZakat,infaq,shodaqoh,wakafdiYPAIaja
#Berbagiitumembahagiakan
#BantuSaranaPrasaranaBelajar

Rek Donasi : a/n Yayasan Para Aulia Indonesia. ( YPAI )

* *Bank Mandiri:156-00-1550848-6*
* *Bank Syariah Indonesia*: 7174816411*
* *Bank BRI:1186.01.000322304*
* *Bank BNI :1184563895*
* *Bank BJB :0061114610100*

Konfirmasi. Telp (021) 82648989/ WA. 082125833065

www.paraaulia.com

Vidio kegiatan YPAI seriap hari dan santunan setiap Kamis dan Jum’at Berkah

Categories
Uncategorized

Kegiatan Belajar Tiap Hari dan Santunan Doa Bersama Yatim Dhuafa Tiap Kamis dan Jum’at, serta Berbagi Nasi Kotak Door to Door

Video Kegiatan Belajar Setiap Hari dan Santunan Doa Bersama Yatim dan Dhuafa

Categories
Uncategorized

Kegiatan Setiap Hari dan Santunan Kamis & Jum’at

Video Kegiatan Belajar Setiap Hari dan Santunan Setiap Kamis & Jum’at